Contact

Nama*
E-mail address*
Telepon *
Pertanyaan dengan tanda bintang (*) wajib diisi.  
  Pertanyaan / Pemberitahuan:

 




PIKIRAN POSITIF UNTUK MENJAGA KESEHATAN

Bukti pentingnya menjaga pikiran positif untuk menjaga kesehatan.


Mengambil waktu sejenak untuk memikirkan hal-hal yang indah di pagi hari membantu orang lebih cerdas dalam mengambil keputusan mengenai kesehatannya.

Begitu hasil penelitian yang didanai National Heart, Lung and Blood Institute of the National Institutes of Health dan dipimpin Dr Mary Charlson, dari Weill Cornell Medical College, Amerika Serikat.

Hasil penelitian terhadap 756 pasien secara acak menemukan, secara sadar memikirkan hal-hal yang membahagiakan setiap bangun pagi memiliki efek terapeutik.

Riset ini menunjukkan tanda-tanda positif pada pasien dengan berbagai penyakit, termasuk penyakit koroner, tekanan darah tinggi, dan asma.

Terapi berpikiran hal yang indah-indah membantu para pasien untuk mau menjalani pengobatan mereka.

Ini adalah penelitian pertama yang menunjukkan, pasien bisa menggunakan pikiran-pikiran positif ditambah penguatan diri untuk membantu serta menjaga perubahan sikap.

Studi ini dilangsungkan 3 bagian. Masing-masing menggunakan proses yang sama. Semua pasien, setiap bangun pagi diminta memikirkan hal-hal kecil dalam hidup yang membuat mereka merasa senang dan tenang, contohnya, membayangkan matahari tenggelam atau bayi-bayi menggunakan topi yang menggemaskan.

Pasien-pasien ini juga diminta untuk menggunakan teknik penguatan diri untuk membantu mereka melewati rintangan yang sedang mereka hadapi. Caranya dengan mengingat momen-momen dalam hidup yang mereka banggakan, contoh, saat wisuda.

Pemimpin penelitian ini mengatakan, pendekatan-pendekatan sederhana ini menjadi alat bagi para pasien agar terpacu memenuhi janji pada diri sendiri supaya melakukan hal-hal yang mereka butuhkan agar bisa kembali sehat atau cepat sembuh.

Dicontohkan, saat di luar ruangan sedang hujan, dan pasien tidak bersemangat untuk berolahraga, pemikiran ini akan membantu mereka memakai sepatu olahraga dan bergerak untuk berolahraga bagaimana pun caranya.

Penelitian yang dilakukan selama setahun ini mendata kemajuan pada pasien-pasien yang ikut terlibat.

Untuk grup pasien dengan penyakit jantung koroner, sebanyak 55 persennya mengalami perbaikan dalam kesehatan setelah melakukan terapi ini.

Mereka pun jadi lebih mau mulai melakukan aktivitas fisik, setidaknya berjalan kaki lebih banyak ketimbang mereka yang tidak melakukan terapi ini.

Sementara grup pasien dengan masalah tekanan darah, sebanyak 42 persen di antaranya lebih tekun menjalani rencana pengobatan mereka.

Upaya memikirkan hal-hal positif semacam ini membuat perubahan yang cukup signifikan terhadap pasien. "Muncul keinginan dan kesadaran dari dalam diri untuk melakukan hal-hal yang dibutuhkan untuk hidup lebih sehat dan menjalani pengobatan yang dibutuhkan untuk kesehatan mereka," jelas Charlson.



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Tambahkan mentega atau agar-agar.

Kentang dan nasi merupakan makanan sumber karbohidrat yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia.


Agar rasa dari kedua bahan makanan ini terasa lebih nikmat saat disantap, Anda dapat menambahkan sesendok mentega atau margarin ke dalam air rebusan kentang. Hal serupa dapat Anda lakukan pula saat memasak nasi.

Cara lain yang juga bisa dilakukan agar nasi terasa lebih nikmat dan sehat adalah menambahkan sebungkus agar-agar ke dalam beras saat akan dimasak.

Dengan cara tersebut, dijamin rasa nasinya akan terasa lebih enak dan sehat lantaran mengandung serat. Selamat mencoba!

Ilustrasi (sumber: freedigitlaphotos/anankkml) Ilustrasi (sumber: Lifesambrosia)

Penulis: Ririn Indriani

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


GARAM ! ! !
Mengonsumsi makanan dengan kadar garam atau natrium yang tinggi bisa menimbulkan masalah bagi tubuh. Namun ternyata efek ini lebih buruk daripada yang diperkirakan. Kadar garam tinggi bisa merusak pembuluh darah dalam waktu 30 menit.

Peneliti dari Australia mengungkapkan bahwa makanan yang sarat akan garam dengan cepat akan menghentikan pelebaran pembuluh darah, meskipun orang tersebut memiliki tekanan darah yang normal. Kerusakan pembuluh darah ini bisa terjadi hanya dalam waktu 30 menit dari saat ia makan.

Kacie M Dickinson dan rekannya dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization di Adelaide melibatkan 16 orang sehat dalam studi ini. Partisipan dibagi menjadi dua kelompok, yang mana kelompok pertama diberikan sup tomat dengan kadar garam rendah sedangkan kelompok kedua diberikan sup tomat yang sama dengan kadar garam 10 kali lipat lebih banyak.

Setelah itu peneliti mengukur arteri (pembuluh darah) peserta dengan menggunakan ultrasound. Didapatkan arteri peserta yang mengonsumsi garam lebih banyak akan mengalami kerusakan yang membuat aliran darah terbatas. Efek ini akan mulai berkurang dalam waktu sekitar 2 jam. Hasil ini telah dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition.

"Yang penting dari studi ini adalah menambahnya bukti bahwa natrium bisa memberikan efek kronis langsung pada pembuluh darah," ujar Dr Sahil Parikh, ahli jantung dari University Hospitals Case Medical Center, seperti dikutip dari AOLHealth, Kamis (10/2/2011).

Ketika jantung memompa darah melalui arteri akan menghasilkan gas oksida nitrat yang menyebabkan dinding arteri menjadi rileks dan memungkinkannya untuk menyempit atau melebar, sesuai dengan keadaan.

Para ilmuwan percaya garam yang berlebih bisa menghalangi pelepasan oksida nitrat yang membuat dinding arteri mengeras dalam waktu singkat. Karenanya orang yang berpotensi atau memiliki faktor risiko terhadap hipertensi dan juga jantung harus melakukan diet garam atau natrium.

Parikh menyarankan masyarakat untuk mengikuti pedoman yang direkomendasikan dalam mengonsumsi garam per harinya. Sedangkan pada orang yang bekerja keras dan berolahraga mungkin membutuhkan kadar garam yang sedikit lebih tinggi dalam pola dietnya.

Rekomendasi konsumsi garam yang diberikan pakar kesehatan setiap hari berdasarkan usia adalah:
0-6 bulan 1 gram
7-12 bulan 1 gram
1-3 tahun 2 gram
4-6 tahun 3 gram
7-10 tahun 5 gram
11-14 tahun 6 gram
Dewasa 6 gram.