Pernikahan

KURSUS PERSIAPAN PERKAWINAN

JADWAL KURSUS PERSIAPAN PERKAWINAN DEKANAT PUSAT 2012

Bagi Anda yang mempersiapkan perkawinan dan ingin mengikuti KPP sebelum penyelidikan kanonik, jadwal di dekenat pusat adalah sbb :

Tanggal
4-5 dan 12 Februari 2012 di paroki Katedral,
3-4 dan 11 Maret 2012 di paroki Menteng,
14-15 dan 22 April 2012 di paroki Cempaka Putih,
5-6 dan 13 Mei 2012 di paroki Pejompongan,
2-3 dan 10 Juni 2012 di paroki Jl.Malang,
7-8 dan 15 Juli 2012 di paroki Kramat,
4-5 dan 12 Agustus 2012 di paroki Katedral,
1-2 dan 9 September 2012 di paroki Menteng,
6-7 dan 14 Oktober 2012 di paroki Cempaka Putih,
3-4 dan 11 November 2012 di paroki Pejompongan,
1-2 dan 9 Desember 2012 di paroki Jl.Malang.

Pendaftaran dapat dilakukan di sekretariat paroki Pejompongan atau paroki penyelenggaranya. Keterangan lebih rinci dapat dilihat pada website paroki.




- ADMINISTRASI NIKAH DI GEREJA KATOLIK



- UNTUK DIKETAHUI

- JADWAL KURSUS PERSIAPAN PERKAWINAN 2012

- GEMA UNTUK DI PRINT

- FORMULIR PENDAFTARAN KPP DEKANAT PUSAT

- JADWAL KPP 2012 DEKANAT JAKARTA BARAT

- JADWAL KPP 2012 DEKANAT JAKARTA TIMUR

- JADWAL KPP 2011 DEKENAT SELATAN

- JADWAL KPP 2012 DEKANAT JAKARTA UTARA

- FORMULIR KPP 2012 (Docs.Google.com)


Contoh Formulir pendaftaran KPP boleh dicetak/diisi sendiri dan dikembalikan langsung ke sekretariat (tidak melalui e-mail) sekaligus membawa kelengkapan yang dimintakan dalam formulir paling lambat seminggu sebelum pelaksanaan KPP.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Akan saling menerimakan sakramen perkawinan :



Pengumuman pertama :
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


Pengumuman kedua:
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .



Pengumuman ketiga:
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


** Bagi siapa yang mengetahui hal-hal yang menghalangi pernikahan pasangan tersebut, wajib untuk memberitahukan kepada Pastor Paroki Kristus Raja.





Dipersatukan - Diteguhkan - Diutus


PENGANTAR
Sejak ditetapkannya tahun 2012 sebagai “Tahun Ekaristi” telah direncanakan berbagai aktivitas yang disemangati  oleh Ekaristi, dimana salah satunya adalah Katekese Liturgi.  Bentuk Katekese Liturgi yang diadakan di tingkat Dekenat Jakarta Pusat adalah Katekese Liturgi melalui Homily Pastor-pastor yang memimpin Perayaan Ekaristi setiap Minggu Pertama dalam Bulan.
Team Liturgi Dekenat Jakarta Pusat membuat  bahan renungan yang dapat dipergunakan dalam Homily para Pastor, yang akan di mulai pada awal bulan Maret 2012.

Ekaristi Menyemangati Hidup Umat Beriman
Liturgi merupakan perayaan iman umat beriman,  oleh karena itu sangat penting jikalau seluruh umat  mengetahui dan mengenal seluk beluk liturgi.  Dengan demikian umat dapat mempraktekkan dan menghayati liturgi dengan berperan serta secara aktif.

1. Apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik tentang Ekaristi?

Gereja Katolik selalu mengajarkan bahwa Yesus Kristus sungguh hadir, real dan substansial di dalam Ekaristi, yaitu Tubuh, Darah, Jiwa dan ke-Allahan-Nya di dalam rupa roti dan anggur (KGK 1374). Pada saat imam selesai mengucapkan doa konsekrasi – “Inilah Tubuh-Ku” dan “Inilah Darah-Ku”,

Kuasa Roh Kudus mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah-Nya.  Kejadian ini disebut sebagai “transubstansiasi”, yang mengakibatkan substansi dari roti dan anggur berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus (KGK 1376). Maka substansi roti dan anggur sudah lenyap, digantikan dengan kehadiran Yesus.

Yesus hadir seutuhnya di dalam roti itu, bahkan sampai di partikel yang terkecil dan di dalam setiap tetes anggur. Pemecahan roti bukan berarti pemecahan Kristus, sebab kehadiran Kristus utuh, tak berubah dan tak berkurang di dalam setiap partikel. Dengan demikian kita dapat menerima Kristus di dalam rupa roti saja atau anggur saja, atau kedua bersama-sama (KGK 1390). Dalam setiap hal ini, kita menerima Yesus yang utuh di dalam sakramen.

Karena Yesus sungguh –sungguh hadir di dalam Ekaristi, maka kita memberi hormat di depan tabernakel, kita berlutut dan menundukkan diri sebagai tanda penyembahan kepada Tuhan. Itulah sebabnya Gereja memperlakukan Hosti Kudus dengan hormat, dan melakukan prosesi untuk menghormati Hosti Suci yang disebut Sakramen Maha Kudus, dan mengadakan adorasi di hadapan-Nya dengan meriah (KGK 1378).


Kehadiran Kristus di dalam Ekaristi bermula pada waktu konsekrasi dan berlangsung selama rupa roti dan anggur masih ada (KGK 1377), maksudnya pada saat roti dan anggur itu dicerna di dalam tubuh kita dan sudah tidak lagi berbentuk roti, maka itu sudah bukan Yesus. Jadi kira-kira Yesus bertahan dalam diri kita (dalam rupa hosti) selama 15 menit. Sudah selayaknya kita menggunakan waktu itu untuk berdoa menyembah-Nya, karena untuk sesaat itu kita sungguh-sungguh menjadi tabernakel Allah yang hidup! Dengan kita menerima hosti dan menyadari Yesus yang hadir dalam rupa hosti,  Yesus mengubah diri dan iman kita. Hosti menguatkan kita,  memancarkan sinar terang dari Allah terpancar dari wajah orang itu.

Kristus sendiri yang mengundang kita untuk menyambut Dia dalam Ekaristi (KGK 1384) dan karena itu kita harus mempersiapkan diri untuk saat yang agung dan kudus ini, dengan melakukan pemeriksaan batin. Karena Ekaristi itu sungguh-sungguh Allah, maka kita tidak boleh menyambut-Nya dalam keadaan berdosa berat. Untuk menyambut-Nya dengan layak kita harus berada dalam keadaan berdamai dengan Allah. Jika kita sedang dalam keadaan berdosa berat, kita harus menerima pengampunan melalui Sakramen Tobat sebelum kita dapat menyambut Komuni Kudus (KGK 1385)

2. Keutamaan Ekaristi disebabkan karena di dalamnya terkandung Kristus sendiri Ekaristi disebut sebagai sumber dan puncak kehidupan Kristiani (LG 11) karena di dalamnya terkandung seluruh kekayaan rohani Gereja, yaitu Kristus sendiri (KGK 1324). Pada perjamuan terakhir, pada malam sebelum sengsara-Nya, Kristus menetapkan Ekaristi sebagai tanda kenangan yang dipercayakan oleh Kristus kepada mempelai-Nya yaitu Gereja (KGK 1324). Kenangan ini berupa kenangan akan wafat dan kebangkitan Kristus yang disebut sebagai Misteri Paska, yang menjadi puncak kasih Allah yang membawa kita kepada keselamatan (KGK 1067). Keutamaan Misteri Paska dalam rencana keselamatan Allah mengakibatkan keutamaan Ekaristi, yang menghadirkan Misteri Paska tersebut, di dalam kehidupan Gereja (KGK 1085)


3. Ekaristi dan artinya
Ekaristi berasal dari bahasa Yunani “ Eucharistia “ artinya “syukur”.Ekaristi adalah kurban pujian dan syukur kepada Allah Bapa, di mana Gereja menyatakan terima kasihnya kepada Allah Bapa untuk segala kebaikan-Nya di dalam segala sesuatu: untuk
Pen ciptaan, penebusan oleh Kristus dan pengudusan.
Kurban pujian ini dinaikkan oleh Gereja kepada Bapa melalui Kristus: oleh Kristus, bersama Dia dan untuk diterima di dalam Dia (KGK 1359-1361).
Ekaristi merupakan sumber segala rahmat untuk sarana sakramen lainnya.  Ini semua terjadi karena rahmatNya.
Rahmat Allah mengubah manusia menjadi kudus dan sempurna.  Peristiwa penyelamatan manusia melalui peristiwa penderitaan Yesus ( disalibkan,  wafat dan kebangkitan ).  Yesus memberikan rahmatNya yang besar untuk seluruh manusia.
Yoh 15 : 5 : Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-Nya.   
Kehendak Tuhan pada kita agar manusia menjadi kudus dan sempurna. Menjadi kudus :  berkembang di dalam kasih karena Allah itu kasih maka serupa dengan Allah (=Kristus). Allah yang berinisiatif dulu untuk menyelamatkan kita dan menjadi kudus supaya menjadi anak Allah