Kegiatan & Warna Sari

PETUGAS PIKET SOSIAL BULAN INI

Piket Seksi Pelayanan Sosial Ekonomi Paroki bulan Mei adalah lingk. So. Yohanes dengan petugas piket : E.Liana Ekawati 5733339, Ibu Mieke 70567798, Ibu Rita Hartadi 0816888264

 





 
LINGK. SO. ANDREAS
. . . . . . . . . . . . . . . . . . .


LINGK. SO. FRANSISKUS XAVERIUS
Akan mengadakan Doa Rosario pada hari Rabu,  23 Mei   pk.19.00 di rumah Kel. Sutidjan


LINGK. SA. MARIA
Akan mengadakan Doa Rosario pada hari Rabu,    23 Mei   pk.19.00 di rumah Ibu Trees Makinto


LINGK. MGR. SUGIYOPRANOTO
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


LINGK. SO. THOMAS
. . . . . . . . . . . . . . . . . . .


LINK. SA. VERONIKA
. . . . . . . . . . . . . . . . . . .


LINGK. SO. LUKAS
. . . . . . . . . . . . . . . . .


LINGK. SO. YUSUF
. . . . . . . . . . . . . . . .


LINGK. SO.YOHANES
. . . . . . . . . . . . . . . . . . .


LINK. SO. DARMAYUWONO
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .



* Diharapkan kehadiran lingkungan dan membawa kitab suci.



PS SA. CAECILIA
. . . . . . . . . . . . . . .


PDKK
Untuk jadwal persekutuan doa hari Senin, 21 Mei diliburkan.



PROGRAM AYO SEKOLAH
Menyambut tahun ajaran baru 2012/2013, program “Ayo Sekolah” - Paroki Kristus Raja-Pejompongan membuka kesempatan bagi umat yang kurang mampu untuk mendaftarkan putra-putrinya usia TK s.d. SMU/SMK untuk memperoleh bantuan biaya pendidikan. Formulir pendaftaran dapat diambil di sekretariat paroki dengan Bp. Petrus/Ibu Maria. Setelah diisi lengkap, formulir dikembalikan ke sekretariat paroki.



BINA IMAN ANAK
Dalam rangka hari raya Pentakosta, Minggu, 27 Mei kegiatan Bina Iman Anak diliburkan. Mohon perhatian orang tua BIA.



" AYO FUTSAL " BERSAMA OMK
Mengajak seluruh muda-mudi GKR untuk bergabung dalam kegiatan olahraga futsal yang diadakan setiap Minggu I awal bulan pk.17.00-19.00. Untuk informasi lebih lanjut, harap menghubungi Sdr. Yosef (08568021735) atau Sdr. Arie (08158800155). Don't miss it ... !!! "Men sana in corpore sano" .....



TUGAS SABTU, 26 MEI 2012 PK. 17.30

MINGGU, 27 MEI 2012 PK 08.30
     
Lingkungan

Santo Andreas

Rex Christi

Organis

2.Sdri Stefani

2. Sdri Yudri

Dirigen

3.Sdri Tessa ? ? ?

3.Sdr Arnoldy

Lektor/Lektris + Komentator

4.Sdri Asti, Eka Shanti

4.Sdri Lionora, Rina S.

Pemazmur

5.Sdri Ellen

5. Koor

Pembagi Komuni

6.Bp. Frans Marta,Eddy Susanto

6. . . . . . . . . . . .

Operator Sound System

7.Bp Mulyatno

7. Bp. Hengky

Putra Altar

8. Riska, Adeline, Aji, Vera

8. Taufan, Kristy, Dita, Gabriel, Dito, Adeline, Wisnu, Hizkia, Caecil

     


Warna Sari


JADWAL KURSUS PERSIAPAN PERKAWINAN DEKANAT PUSAT
Bagi Anda yang mempersiapkan perkawinan dan ingin mengikuti KPP sebelum penyelidikan kanonik, jadwal di dekenat pusat adalah sbb :
Tanggal 5-6 dan 13 Mei 2012 di paroki Pejompongan, 2-3 dan 10 Juni 2012 di paroki Jl.Malang, 7-8 dan 15 Juli 2012 di paroki Kramat, 4-5 dan 12 Agustus 2012 di paroki Katedral, 1-2 dan 9 September 2012 di paroki Menteng, 6-7 dan 14 Oktober 2012 di paroki Cempaka Putih, 3-4 dan 11 November 2012 di paroki Pejompongan, 1-2 dan 9 Desember 2012 di paroki Jl.Malang. Pendaftaran dapat dilakukan di sekretariat paroki Pejompongan atau paroki penyelenggaranya. Keterangan lebih rinci dapat dilihat pada website paroki.


FILM SUGIJA
Mulai tanggal 7 Juni hingga 11 Juni, Film Soegija akan mulai ditayangkan. Tidak sedikit umat Katolik hanya mendengar nama Sugija — kependekan dari Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ uskup pribumi pertama — dari nama sebuah nama lingkungan atau wilayah dalam suatu paroki. Ada juga yang mengetahuinya karena semboyannya yang terkenal 100% Katolik dan 100% Indonesia. Berikut ini tulisan dari seorang pastor/dosen Universitas Sanata Dharma, mengapa film Sugija dibuat

Saya (Dr. G. Budi Subanar, SJ) telah menggumuli sejarah Mgr. Soegijapranata, SJ sejak tahun 1996. Waktu itu peringatan 100 tahun kelahirannya. Sayang, di Indonesia, momen istimewa tersebut tidak diperingati secara khusus. Padahal, semboyan “100% Katolik dan 100% Indonesia” yang beliau canangkan sampai sekarang masih terus digemakan. Ada apa di balik kesenyapan seabad Soegijapranata tersebut?
Jangan-jangan Soegijapranata hanya sekedar mitos yang sewaktu-waktu dipanggil jika dibutuhkan tanpa diketahui siapa dan bagaimananya.
Dari keprihatinan tersebut, saya berusaha makin mendalaminya sampai membuahkan beberapa buku yang terkait dengannya, Soegija, si Anak Bethlehem van Java. Biografi Mgr. A. Soegijapranata, SJ (Kanisius, 2003), Kesaksian Revolusioner Seorang Uskup di Masa Perang (Galang press, 2003), Menuju Gereja Mandiri. Sejarah Keuskupan Agung Semarang di Bawah Dua Uskup (Penerbit USD, 2005). Syukur, bacaan-bacaan pengenalan dan pendalaman atas tokoh tersebut perlahan-lahan mulai tersebar dan didalami.
Namun untuk menjawab tantangan jaman ini yang dikuasai budaya visual, kiranya penting untuk menampilkannya dalam media visual. Beliau adalah tokoh inspiratif sebagai peletak dasar kekatolikan di Indonesia pada umumnya dan di Jawa pada khususnya. Jadi sangat relevan, bahkan sangat urgent untuk menghadirkan Mgr. Soegijapranata dalam bentuk layar lebar.
Tema Mgr. Soegijapranata perlu digarap untuk memberi alternatif atas kecenderungan hidup beragama, dan beriman saat ini yang cenderung menjadi eksklusif bahkan cenderung menjadi fundamentalis. Mgr. Soegijapranata memberi perspektif baru bagaimana orang beriman mampu mengintegrasikannya dalam hidup bernegara dan bermasyarakat.

Semoga tulisan Dr. G. Budi Subanar, SJ., (dosen Universitas Sanata Dharma) dapat sedikit memberikan kepada kita mengapa film tersebut dibuat.
Dan yang patut digarisbawahi bahwa film tersebut bukan merupakan film agama/dakwah.
Dalam bahasa Garin Nugroho (sutradara), Soegija akan dihadirkan sebagai seorang manusia, yang dengan tekun menghampiri siapa saja hingga ke desa-desa, dan menyimak keluhan di sana. Dan dari keluhan-keluhannya itulah, Soegija dengan diplomasi bisunya (silent diplomacy) menyuarakan apa yang terjadi di Indonesia ke mancanegara. Hingga pada sebuah titik, sebagaimana ditulis sejarah, Vatikanlah yang kali pertama mengakui kemerdekaan Indonesia, berkat korespondensi Soegija.
Semangat Soegija seperti inilah yang hendak dihadirkan Garin dalam bentuk film, tidak yang lain. Meski tentu saja, dia tidak akan mungkin membuat bahagia semua orang. Karena film ini tidak akan dihadirkan secara biografis. Meskipun hanya berupa fragmen-fragmen tapi diharapkan tetap mampu membangun secara utuh sosok Soegija yang teguh dan kukuh. Jadi, sekali lagi, berulang-ulang dikatakan Garin, Soegija meski bernarasi tentang tokoh Katolik terkemuka di negeri ini, tapi ilmu itu tetap bisa dinikmati semua kalangan masyarakat, karena mengutamakan sisi kemanusiaannya.

Perlu menjadi catatan kita bersama bahwa apabila selama 4 hari pertama (7 - 11 Juni) jumlah penontonnya sedikit (secara ekonomis) maka film tersebut tidak akan diputar untuk waktu yang tidak bisa ditentukan.

Sumber : www. suaramerdeka.com , www.romokanjengthemovie.com

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -- - - -- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -- - -

ARAH DASAR KAJ 2011 - 2015
Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) baru-baru ini telah membuat ARAH DASAR KAJ 2011-2015 yang memuat antara lain :


VISI Gereja Keuskupan Agung Jakarta
Bercita-cita menjadi Umat Allah yang, atas dorongan dan tuntunan Roh Kudus, semakin memperdalam imannya akan Yesus Kristus, membangun persaudaraan sejati dan terlibat dalam pelayanan kasih di tengah masyarakat


Kalimat VISI tsb menjelaskan:
Situasi yang dicita-citakan: kita, Gereja Katolik di KAJ menjadi Umat Allah yang semakin:

memperdalam iman akan Yesus Kristus, membangun persaudaraan sejati, dan terlibat dalam pelayanan kasih di tengah masyarakat. Kehendak untuk mencapai cita-cita tsb didorong dan dituntun oleh Roh Kudus sendiri.


Misi
Dilandasi oleh spiritualitas Gembala Baik dan pelayanan yang murah hati, ditopang oleh tata-penggembalaan partisipatif dan transformatif, seluruh umat Keuskupan Agung Jakarta berkehendak untuk menyelenggarakan pelbagai kegiatan dalam rangka: menghayati dan meneruskan nilai-nilai Injili, ajaran serta Tradisi Gereja Katolik dan melibatkan diri dalam berbagai permasalahan sosial, terutama kemiskinan, kerusakan lingkungan hidup serta intoleransi dalam hidup bersama.


STRATEGI: cara-cara mencapai visi

1.Pastoral Berbasis Data
2.Pemberdayaan Lingkungan & Komunitas Kategorial
3.Karya-Karya Pastoral Kontekstual
4.Kerasulan Awam
5.Kaderisasi Pelayan Pastoral Bagaimana menerapkan Arah Dasar Pastoral KAJ Tahun 2011-2015 dalam kehidupan menggereja di tingkat2 pastoral ?
Keluarga. Lingkungan & komunitas2 kategorial Paroki (termasuk Seksi2, Unit Pelayanan) Komunitas pastoran & biara (imam/suster/bruder) (Dekenat, Komisi, Lembaga Pendidikan, Pelayanan Kesehatan, Lembaga Sosial) Bagaimana menerapkan

Arah Dasar Pastoral KAJ Tahun 2011-2015 dalam kehidupan menggereja di Paroki? Bagaimana mengkonkretkan IDE dan SPIRITUALITAS-nya ke dalam HIDUP UMAT sehari-hari ? Bagaimana membarui tata pelayanan Paroki agar sejalan dengan Arah Dasar Pastoral KAJ Tahun 2011-2015 ?

Implementasi Arah Dasar Pastoral KAJ Tahun 2011-2015 dalam Pelayanan Paroki sekaligus menjadi momentum membarui : Spiritualitas pelayanan (menyapa setiap jiwa umat beriman, mencari yang “hilang”, melayani dengan murah hati, penuh keramahan) Tata penggembalaan (melibatkan/partisipatif, saling mengembangkan/transformatif, menimba masukan/pendapat, dialogis) Tata pelayanan (berbasis data, tertib administrasi, memudahkan, responsif/tanggap/peka terhadap kebutuhan umat, program2 pastoral terencana-efektif, keuangan transparan & akuntabel) Diharapkan umat KAJ baik secara pribadi maupun bersama-sama didalam keluarga maupun kelompok/seksi/organisasi di Paroki selama 5 tahun kedepan berjalan dalam arah yang telah ditetapkan.